Halo, selamat datang.
Bagi sebagian orang, tahun baru adalah tentang perayaan. Bagi saya, tahun ini adalah tentang jarak. Ini menandai kali ketiga secara berturut-turut saya melewatkan momen pergantian tahun tanpa kehangatan keluarga. Ada rindu yang tertahan, tentu saja. Namun, saya berada di sini, di luar negeri, dengan sebuah alasan yang kuat: mencari pengalaman di lingkungan yang benar-benar baru.
Hidup di negeri orang memang mengajarkan saya banyak hal. Namun, momen ini sebenarnya hanya pemantik dari sebuah keinginan yang sudah lama saya pendam. Jauh sebelum saya menginjakkan kaki di negara orang, saya sudah menyimpan niat untuk lebih rajin mendokumentasikan isi kepala. Sayangnya, niat itu seringkali kalah oleh rasa malas atau alasan “tidak sempat”, sehingga banyak ide dan momen berharga di masa lalu yang hilang begitu saja.
Jujur saja, saya bukan tipe “kutu buku” yang sanggup melahap ratusan halaman literatur setiap minggu. Dan sebenarnya, urusan tulis-menulis ini tidak harus dilakukan di situs web sendiri. Saya bisa saja menulis di buku harian atau sekadar menulis di penerbitan daring Medium. Tapi, saya memilih untuk membangun situs web sendiri.
Dorongan terbesar justru datang dari kalimat Uda Ivan Lanin, seorang Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia. Beliau menawarkan perspektif yang seketika membuat saya sadar: “Oke, ini yang saya butuhkan.”
Beliau pernah berkata, menulis adalah cara kita menata nalar.
Konsep ini begitu masuk akal bagi saya. Pikiran manusia membutuhkan tulisan agar argumen dan pemahamannya menjadi runtut. Menulis membantu kita menjernihkan kekalutan berpikir dan mengikat ilmu yang tercecer. Tanpa ditulis, pemahaman dan pengalaman yang saya dapatkan—baik dulu maupun sekarang—hanya akan menjadi ingatan samar yang perlahan pudar.
Hal itu menjadi salah satu alasan situs web ini akhirnya lahir.
Saya membangun “rumah digital” ini sendiri. Sebenarnya, website ini memiliki kapabilitas lebih daripada sekadar menampilkan tulisan. Namun, untuk saat ini, biarlah fungsinya saya sederhanakan sebagai wadah bercerita. Di sini, saya ingin mencoba melakukan hal yang paling sulit: konsisten.
Saya ingin mulai menulis setiap hari. Entah sampai kapan tulisan ini akan berlanjut, atau di titik mana saya akan berhenti, saya sendiri belum tahu jawabannya.
Namun yang jelas, tujuannya saat ini sederhana: saya ingin belajar merapikan ide dan merekam jejak perjalanan hidup saya. Mulai dari cerita adaptasi di lingkungan baru saat ini, hingga berbagai refleksi acak yang mungkin sudah lama ada di kepala.
Anggaplah halaman ini sebagai jabat tangan virtual saya. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mampir dan membaca.
Salam kenal.